PTA Palangka Raya Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Penuh Khidmat

Palangka Raya — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palangka Raya menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Mahkamah PTA Palangka Raya, pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Sofyansaleh Efriyono, S.Pd.I., dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh anggota Habsyi. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat menciptakan suasana khidmat dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, Ketua Panitia H. A. Mahfudin, S.Ag., M.H., menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW.
Ia mengajak seluruh keluarga besar PTA Palangka Raya menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita dapat semakin meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mampu menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

KPTA: Keteladanan Rasulullah Harus Diwujudkan Secara Konkret
Dalam sambutannya, Ketua PTA Palangka Raya, Drs. H. Wahyudi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW yang diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, salah satu sifat utama Rasulullah SAW yang perlu diteladani adalah kejujuran. Nilai tersebut sangat erat kaitannya dengan integritas aparatur, khususnya ASN yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Momen Maulid Nabi ini mengingatkan kita untuk mencontoh kejujuran dan integritas Rasulullah SAW. Maka kita harus mensukseskan WBBM,” ungkapnya.

KPTA menegaskan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk konkret dan terus ditingkatkan.
“Kalau kita mencintai Rasulullah, kecintaan itu harus diwujudkan dalam bentuk yang konkret dan perlu selalu di-upgrade,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ASN harus mampu menjadi role model, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat. Keteladanan tersebut dapat dimulai dari kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, menjaga amanah, serta memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, KPTA mengajak seluruh keluarga besar PTA Palangka Raya untuk meneladani Rasulullah SAW dalam berbagai peran kehidupan, baik sebagai hamba Allah, sebagai suami maupun istri, sebagai anggota keluarga, maupun sebagai bagian dari masyarakat dan organisasi.
Hikmah Maulid: Mensyukuri Nikmat dan Meneladani Rasulullah

Acara dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Ustadz H. M. Al Ghifari, S.Sos.I.
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. M. Al Ghifari menyampaikan bahwa kenikmatan dunia yang dimiliki seseorang tidak selalu menjadi tanda bahwa Allah SWT mencintainya. Sebaliknya, ketika Allah membukakan hati seseorang sehingga tumbuh rasa rindu kepada Rasulullah SAW dan ketaatan kepada Allah SWT, hal tersebut merupakan nikmat yang sangat berharga.
Ia menyampaikan hadis Rasulullah SAW:
أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَبَدَنًا عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرًا، وَزَوْجَةً لَا تَبْغِيهِ حَوْبًا فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ
“Ada empat perkara, siapa yang diberikan kepadanya keempat perkara tersebut, sungguh ia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat: hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, tubuh yang sabar menghadapi cobaan, dan istri yang tidak mengkhianatinya dalam dirinya maupun hartanya.”
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang diberi empat perkara ini, ia telah mendapat kebaikan dunia dan akhirat. Dapat menjadi jalan menuju ketenangan jiwa, kebahagiaan batin, kesuksesan dunia dan akhirat, serta husnul khatimah.
Salah satu yang ditekankan adalah pentingnya rasa syukur. Kekayaan tidak selalu membuat seseorang merasa cukup apabila tidak memiliki hati yang bersyukur. Ia mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diberikan Allah, baik berupa kesehatan, sakit, kekayaan maupun ujian, hendaknya diterima dengan keyakinan bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Ia juga mengisahkan kesederhanaan Rasulullah SAW yang pernah membuat Sayyidina Umar bin Khattab menangis ketika melihat Rasulullah tidur di atas pelepah kurma dengan alas yang sederhana. Kisah tersebut menjadi teladan mengenai kesederhanaan dan keteguhan Rasulullah SAW.
Dalam kehidupan rumah tangga, Rasulullah SAW juga memberikan teladan dalam memperlakukan pasangan. Beliau senantiasa menjaga perasaan dan kenyamanan keluarganya, sehingga keteladanan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan suami dan istri.
Ustadz H. M. Al Ghifari kemudian menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga macam, yaitu:
- Syukur bil-Lisan, yaitu mensyukuri nikmat Allah dengan lisan, salah satunya dengan mengucapkan Alhamdulillah.
- Syukur bil-Qalbi atau bil-Janan, yaitu mensyukuri nikmat Allah dengan hati, dengan meyakini bahwa apa pun yang diberikan Allah SWT merupakan sesuatu yang terbaik.
- Syukur bil-Amal atau bil-Arkan, yaitu mensyukuri nikmat Allah melalui perbuatan dengan menggunakan nikmat yang diberikan untuk sesuatu yang diridai Allah SWT.
Mengutip pesan Imam Syafi’i, ia mengingatkan agar manusia tidak menyia-nyiakan umur dalam kelalaian. Waktu yang diberikan Allah hendaknya digunakan untuk beribadah, berbuat kebaikan, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Menutup tausiyahnya, Ustadz H. M. Al Ghifari berharap keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur negara.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Drs. H. Busra, M.H. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mendorong seluruh keluarga besar PTA Palangka Raya untuk menjadikan akhlak beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. (Tim Redaksi)
