Semangat Mengawali Hari, Lusiana Dewi Kiswara Membunyikan Bel Tanda Dimulainya Doa Pagi Bersama

Sukamara, 1 Juli 2026 – Suasana pagi di Pengadilan Agama Sukamara kembali diawali dengan semangat kebersamaan melalui pelaksanaan doa pagi bersama yang menjadi salah satu budaya kerja di lingkungan kantor. Pada Rabu, 1 Juli 2026, bel tanda dimulainya kegiatan doa pagi dibunyikan oleh Lusiana Dewi Kiswara, S.H., salah satu aparatur Pengadilan Agama Sukamara.
Dengan penuh semangat dan antusias, Lusi—sapaan akrabnya—membunyikan bel sebagai penanda bahwa seluruh aparatur diharapkan segera berkumpul untuk mengikuti kegiatan doa pagi bersama. Suara bel yang menggema di seluruh area kantor menjadi isyarat dimulainya rangkaian aktivitas kerja pada hari tersebut, sekaligus mengingatkan seluruh pegawai untuk sejenak memohon keberkahan, kelancaran, dan perlindungan dari Allah Swt. sebelum melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Lusiana Dewi Kiswara merupakan aparatur Pengadilan Agama Sukamara yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Selama kurang lebih satu tahun mengabdikan diri di Pengadilan Agama Sukamara, Lusi telah menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, serta semangat kerja yang baik dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Meskipun tampak sederhana, tugas membunyikan bel memiliki makna penting dalam mendukung kedisiplinan dan keteraturan pelaksanaan aktivitas kantor. Bel tersebut menjadi penanda bagi seluruh aparatur bahwa kegiatan doa pagi akan segera dimulai sehingga setiap pegawai dapat hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan dengan khusyuk. Hal ini mencerminkan komitmen Pengadilan Agama Sukamara dalam menanamkan budaya disiplin yang dimulai sejak awal hari kerja.
Doa pagi bersama telah menjadi salah satu rutinitas yang terus dilaksanakan secara istikamah di Pengadilan Agama Sukamara. Melalui kegiatan ini, seluruh aparatur diajak untuk mengawali pekerjaan dengan memohon petunjuk, kemudahan, serta keberkahan dari Allah Swt. Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, doa pagi juga menjadi sarana untuk mempererat rasa kebersamaan, kekompakan, dan kekeluargaan di antara seluruh aparatur.
Semangat yang ditunjukkan oleh Lusiana Dewi Kiswara saat membunyikan bel menjadi cerminan bahwa setiap aparatur, melalui peran sekecil apa pun, memiliki kontribusi penting dalam menciptakan budaya kerja yang positif. Kesungguhan dalam menjalankan setiap tugas merupakan bagian dari implementasi nilai integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme yang terus dikembangkan di lingkungan Pengadilan Agama Sukamara.
Melalui kebiasaan positif seperti doa pagi bersama, Pengadilan Agama Sukamara berharap seluruh aparatur senantiasa memiliki semangat tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan diawali doa, diiringi kerja sama yang baik, serta dilandasi nilai-nilai integritas, diharapkan setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para pencari keadilan. (ZBA/CA/redpaskr)