Harap Tunggu...

» Palangka Raya » Satker Pengadilan Agama Palangka Raya Tindak Lanjuti Himbauan KPPN Palangkaraya untuk Percepat Penyelesaian Rekonsiliasi Eksternal Februari 2026
Satker Pengadilan Agama Palangka Raya Tindak Lanjuti Himbauan KPPN Palangkaraya untuk Percepat Penyelesaian Rekonsiliasi Eksternal Februari 2026
  

Satker Pengadilan Agama Palangka Raya Tindak Lanjuti Himbauan KPPN Palangkaraya untuk Percepat Penyelesaian Rekonsiliasi Eksternal Februari 2026

 

Palangkaraya – Rabu, 25 Maret 2026 melalui Grup OPR Sakti Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Palangkaraya, KPPN Palangka Raya mengingatkan kembali kepada seluruh satuan kerja (satker) di wilayahnya untuk mempercepat penyelesaian Rekonsiliasi Eksternal periode Februari 2026. Imbauan ini disampaikan melalui monitoring progres yang dilakukan hingga batas waktu (cutoff) 25 Maret 2026 pukul 11.00 WIB.

Himbauan ini merupakan tindak lanjut progres dari adanya Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor S-67/PB/2026 Tanggal 05 Maret 2026 mengenai Pelaksanaan Rekonsiliasi Periode Februari s.d November Tahun 2026.

Dalam penyampaiannya, KPPN Palangkaraya menginformasikan bahwa monitoring dilakukan melalui Aplikasi MyIntress, guna memastikan setiap satker telah menindaklanjuti kewajiban rekonsiliasi secara tepat waktu dan sesuai ketentuan. Satker juga diminta secara aktif memantau progres melalui tautan resmi monitoring yang telah disediakan.

KPPN Palangkaraya menegaskan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar Surat Hasil Rekonsiliasi (SHR) Februari 2026 dapat diterbitkan. Persyaratan tersebut meliputi penyelesaian seluruh Transaksi Dalam Konfirmasi (TDK), penyelesaian To Do List (TDL) periodisasi bulanan, serta penutupan permanen modul Aset Tetap, Persediaan, dan Akuntansi & Pelaporan untuk bulan Januari dan Februari 2026.

Selain itu, KPPN Palangkaraya juga menyampaikan batas waktu penting yang harus menjadi perhatian seluruh satker, yaitu tanggal 27 Maret 2026 sebagai batas aman penyelesaian TDK dan TDL Februari 2026, tanggal 31 Maret 2026 sebagai batas akhir penerbitan SHR Februari 2026, serta tanggal 1 April 2026 sebagai waktu mulai (TMT) pengenaan sanksi bagi satker yang belum memenuhi kewajiban.

Sementara itu, Pengadilan Agama Palangka Raya selaku salah satu Mitra KPPN Palangka Raya telah progres dalam menindaklanjuti dari himbauan yang disampaikan KPPN Palangka Raya. Pengadilan Agama Palangka Raya telah melaksanakan To Do List Periode Januari dan Februari 2026 dan telah menutup Buku Modul Persediaan dan Aset Bulan Januari dan Februari 2026.

“Pengadilan Agama Palangka Raya telah melaksanakan To Do List dan sudah Tutup Periode untuk Modul Persediaan dan Aset bulan Januari – Februari 2026. Sementara untuk Tutup Permanen Modul Akuntansi dan Pelaporan menunggu informasi dan instruksi lebih lanjut dari Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung selaku Eselon 1.” Ujar Saputri selaku Operator Modul Persediaan dan Aset Sakti.

Follow juga akun Media Sosial PA Palangka Raya
Instagram : pa_palangka_raya
facebook : pengadilan agama palangka raya
youtube : PA Palangaraya

#humasmahkamahagung #ditjenbadilag #pengadilanagama #pa_palangkaraya #pta_palangkaraya