Harap Tunggu...

» Pulang Pisau » 492. Menjaga Hati adalah Kunci Integritas dan Keberkahan dalam Pelayanan
492. Menjaga Hati adalah Kunci Integritas dan Keberkahan dalam Pelayanan
  

Menjaga Hati adalah Kunci Integritas dan Keberkahan dalam

Pelayanan


Pulang Pisau, 19 Februari 2026, Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Sekretaris Pengadilan Agama Pulang Pisau, Rahmayani, SHI., MH., membagikan pesan dan tips bermakna bagi seluruh aparatur serta masyarakat. Baginya, esensi utama Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan menjaga hati agar tetap bersih, tulus, dan penuh keikhlasan dalam setiap aktivitas, khususnya dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Menurut Rahmayani, hati merupakan pusat dari segala sikap dan tindakan seseorang. Jika hati terjaga, maka lisan, pikiran, dan perbuatan akan ikut terarah pada kebaikan. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di bulan ini, kita dilatih untuk mengendalikan diri, termasuk menjaga hati dari prasangka buruk, amarah, iri, dan hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah,” ujarnya.

Sebagai pejabat struktural di lingkungan peradilan agama, ia menilai bahwa menjaga hati memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tugas sehari-hari. Dalam memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan, dibutuhkan ketulusan, kesabaran, serta empati yang lahir dari hati yang bersih. “Pelayanan publik bukan hanya soal administrasi dan prosedur, tetapi juga soal bagaimana kita menghadirkan ketenangan dan rasa dihargai bagi masyarakat yang datang,” jelasnya.

Rahmayani menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum memperkuat integritas aparatur. Menjaga hati berarti menjaga niat dalam bekerja agar tetap lurus, tidak terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mencederai profesionalisme. Ia mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pengadilan Agama Pulang Pisau untuk menjadikan bulan suci ini sebagai titik awal peningkatan kualitas diri.

“Integritas itu berawal dari hati. Ketika hati kita bersih dan niat kita benar, maka kita akan bekerja dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Ramadan mengajarkan kita untuk selalu mengoreksi diri sebelum menilai orang lain,” tambahnya.

Selain dalam konteks pekerjaan, Rahmayani juga menyoroti pentingnya menjaga hati dalam kehidupan sosial. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, memperbanyak maaf, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Menjaga hati berarti membuka ruang untuk memaafkan dan menghapus sekat-sekat perbedaan.

Lebih lanjut, ia membagikan beberapa tips sederhana dalam menjaga hati selama Ramadan, di antaranya memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti, memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an, serta menumbuhkan rasa syukur dalam setiap keadaan. Menurutnya, langkah-langkah kecil tersebut jika dilakukan secara konsisten akan membentuk pribadi yang lebih tenang dan bijaksana.

Rahmayani berharap Ramadan 1447 H menjadi bulan penuh keberkahan yang membawa perubahan positif, baik secara pribadi maupun kelembagaan. “Semoga kita semua mampu menjaga hati, memperbaiki diri, dan menjadikan setiap pekerjaan sebagai ladang ibadah. Dengan hati yang terjaga, insyaAllah pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin berkualitas,” tutupnya.

Dengan semangat Ramadan, jajaran Pengadilan Agama Pulang Pisau berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik, sejalan dengan nilai-nilai spiritual yang diajarkan di bulan suci.

“C.A.T. (Cepat, Aktual, dan Terpercaya), RHY/Ses/Timred”