Pimpin Pembinaan di PA Palangka Raya, Wakil Ketua PTA Kupas Tuntas Strategi WBBM, Hakim Tunggal, dan Integritas Yudisial
Palangka Raya | 17 Juli 2026
Aparatur Pengadilan Agama (PA) Palangka Raya Kelas IA menerima arahan strategis dan pembekalan mental ideologis dari jajaran pimpinan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palangka Raya pada Kamis, 16 Juli 2026. Bertempat di Aula Utama kantor, jalannya pembinaan teknis ini dikomandoi langsung oleh Wakil Ketua PTA Palangka Raya, Bapak Drs. Muhammad Taufik, S.H., M.H.
Dalam pembinaan yang berlangsung interaktif tersebut, Bapak Drs. Muhammad Taufik, S.H., M.H. membedah secara mendalam sejumlah tantangan kontemporer peradilan, mulai dari akselerasi Zona Integritas hingga optimalisasi hukum acara di tingkat pertama.
Menatap target besar PA Palangka Raya dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Wakil Ketua PTA menegaskan bahwa komitmen pelayanan tidak boleh sekadar menjadi slogan. Beliau menekankan bahwa “ruh” utama dari WBBM adalah transparansi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Secara konkret, beliau menginstruksikan agar seluruh informasi hak-hak pencari keadilan disajikan secara terbuka. Penampilan informasi mengenai besaran biaya panjar perkara, kalkulasi biaya perkara secara keseluruhan, hingga kejelasan alur serta prosedur berperkara harus terpampang dengan gamblang di area yang mudah diakses oleh setiap pengunjung.
Bapak Drs. Muhammad Taufik, S.H., M.H. juga memberikan respons taktis terkait dinamika hukum acara pasca-berlakunya regulasi persidangan oleh Hakim Tunggal untuk jenis perkara tertentu. Gura memastikan asas peradilan yang cepat dan sederhana terpenuhi, beliau memberikan arahan terkait manajemen tata ruang sidang.
Menurut beliau, PA Palangka Raya harus mengoptimalkan sarana yang ada dengan mengoperasikan dua ruang sidang secara paralel. Satu ruangan difokuskan penuh untuk persidangan yang ditangani oleh Hakim Majelis (tiga hakim), sementara satu ruangan lainnya didedikasikan khusus untuk mengakomodasi persidangan Hakim Tunggal, sehingga antrean perkara dapat terurai dengan lebih efisien.
Di akhir pembinaannya, Wakil Ketua PTA Palangka Raya memberikan pesan filosofis sekaligus teguran moral yang mendalam bagi para hakim dan tenaga teknis kepaniteraan. Beliau mengingatkan agar aparatur tidak mudah mengeluh atau menilai suatu perkara sebagai beban yang rumit.
“Perkara itu tidak ada yang sulit. Jika ada yang merasa sulit, hal itu hanya disebabkan oleh dua kemungkinan: pertama karena adanya kepentingan pribadi (interest), atau yang kedua karena kurangnya ilmu pengetahuan,” tegas Bapak Drs. Muhammad Taufik, S.H., M.H.
Melalui kutipan tersebut, beliau mendorong seluruh Hakim untuk terus memperbarui khazanah keilmuan, menjaga independensi, serta membersihkan diri dari segala benturan kepentingan demi menegakkan muruah peradilan yang agung di Bumi Tambun Bungai.
Follow juga akun Media Sosial PA Palangka Raya
Instagram : pa_palangka_raya
facebook : pengadilan agama palangka raya
youtube : PA Palangkaraya
#humasmahkamahagung #ditjenbadilag #pengadilanagama #pa_palangkaraya #pta_palangkaraya




