Hakim Pengadilan Agama Kuala Kurun Menjadi Narasumber Webinar Nasional Dengan Tema Keadilan Gender

Kuala Kurun | pa-kualakurun.go.id
Kontribusi nyata dalam dunia akademis dan penegakan hukum tingkat nasional kembali ditunjukkan oleh Pengadilan Agama Kuala Kurun. Pada Jumat malam (22/05/2026), salah satu Hakim Pengadilan Agama Kuala Kurun, Natasya Nur Fadilah, S.H., hadir sebagai narasumber utama dalam forum Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Keluarga Islam (HKI) Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya.
Webinar yang berlangsung interaktif melalui platform Zoom Meeting ini mengangkat tema besar yang sangat krusial di era moderen, yakni: “Perempuan, Keadilan, dan Ketimpangan Gender dalam Rumah Tangga: Perspektif Hukum Keluarga Islam di Era Kontemporer”. Ketimpangan gender, KDRT, dan tingginya angka pernikahan dini masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Melalui forum ilmiah yang dihadiri oleh peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, praktisi hukum, hingga masyarakat umum ini, peran Pengadilan Agama disorot sebagai institusi strategis. Pengadilan Agama tidak hanya berfungsi menyelesaikan perkara, tetapi juga menjadi benteng perlindungan hukum dan pemenuhan keadilan bagi perempuan.

Diharapkan dengan adanya sinergi antara praktisi peradilan dan akademisi seperti ini, literasi hukum masyarakat mengenai kesetaraan gender dapat meningkat, sekaligus menekan angka kekerasan serta pernikahan di bawah umur dalam rumah tangga. Kegiatan berjalan dengan interaktif, ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara peserta dan pemateri guna mengkaji lebih dalam solusi hukum atas problematika rumah tangga di era modern. Kehadiran Hakim Pengadilan Agama Kuala Kurun sebagai narasumber menjadi bukti nyata dalam mendukung lahirnya pemikiran hukum yang inklusif. Melalui pertukaran perspektif antara praktisi peradilan dan dunia akademis, diharapkan dapat lahir gagasan-gagasan progresif yang berkontribusi positif terhadap perlindungan hak-hak perempuan serta penguatan hukum keluarga di Indonesia.
Basmi Pungli, Tolak Gratifikasi, Melayani Sepenuh Hati
Kuala Kurun M.A.N.T.A.P!
“Bravo PA Kuala Kurun!” (TSY-TI)