Harap Tunggu...

» Palangka Raya » Perkuat Sinergi dan Integritas, Dirjen Badilag Resmi Buka Halal Bihalal Nasional
Perkuat Sinergi dan Integritas, Dirjen Badilag Resmi Buka Halal Bihalal Nasional
  

Perkuat Sinergi dan Integritas, Dirjen Badilag Resmi Buka Halal Bihalal Nasional

JAKARTA – Dalam suasana penuh khidmat dan kehangatan Idulfitri, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag) Drs. Muchlis, S.H., M.H. secara resmi membuka acara Halal Bihalal Keluarga Besar Peradilan Agama. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, staf, serta satuan kerja Peradilan Agama seluruh Indonesia secara daring, acara ini digelar sebagai momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan kembali visi organisasi pasca-libur Lebaran.

Dalam sambutan utamanya, Dirjen Badilag menekankan bahwa esensi dari Halal Bihalal melampaui sekadar tradisi tahunan atau pertemuan seremonial belaka. Beliau menegaskan bahwa momen ini harus dipandang sebagai sarana refleksi diri yang mendalam bagi setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan peradilan agama.

Refleksi Diri dan Peningkatan Kinerja

Dirjen Badilag menyampaikan bahwa Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan internal, baik secara personal maupun profesional. Beliau menggarisbawahi pentingnya memperbaiki kualitas kinerja guna mencapai target organisasi yang lebih tinggi di sisa tahun berjalan.

“Momentum Idulfitri hendaknya kita jadikan sebagai titik balik untuk meningkatkan integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Kita kembali ke fitrah, yang artinya kita kembali kepada semangat pengabdian yang murni dan bersih,” ujar beliau di hadapan para hadirin.

Beliau juga menambahkan bahwa nilai-nilai kebersamaan yang diperkuat melalui silaturahmi ini akan menjadi fondasi kokoh dalam menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks.

Menjaga Kepercayaan Publik

Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam arahannya adalah mengenai kepercayaan publik (public trust). Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan pencari keadilan, aparatur peradilan agama memiliki tanggung jawab moral dan hukum yang besar.

“Aparatur peradilan agama dituntut untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan hukum yang adil, transparan, dan akuntabel. Jangan sampai prestasi yang telah kita bangun susah payah tercoreng oleh tindakan yang tidak profesional,” tegasnya.

Komitmen Menuju Peradilan Modern

Acara Halal Bihalal ini ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah. Semangat yang diusung dalam pertemuan ini diharapkan mampu membawa perubahan positif pada ritme kerja di lingkungan Badan Peradilan Agama.

Dengan dibukanya kegiatan ini secara resmi, Dirjen Badilag berharap seluruh satuan kerja di bawah naungannya dapat segera tancap gas melaksanakan program-program strategis, terutama yang berkaitan dengan digitalisasi peradilan dan peningkatan pelayanan prima bagi masyarakat luas.