Memperkokoh Integritas Melalui Pembinaan Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya di Pengadilan Agama Tamiyang Layang

Tamiyang Layang – Senin, 27 April 2026
Diawal pekan keempat di bulan April ini, Ketua PTA Palangka Raya, Dr. H. Bambang Supriastoto, S.H., M.H., didampingi Panitera Drs. H. Darmadi, melanjutkan rangkaian Pembinaan dan Pengawasan di Pengadilan Agama Tamiyang Layang pada Senin (27/4).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama PA Tamiyang Layang ini dibuka secara resmi oleh pimpinan PA Tamiyang Layang dan diikuti oleh seluruh aparatur.
Dalam arahannya, Ketua PTA Palangka Raya menekankan bahwa dedikasi selama 8 jam di kantor setiap hari harus dimaknai lebih dari sekadar rutinitas, melainkan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian yang kokoh seperti sebuah “Bangunan”. Beliau juga mengibaratkan hubungan atasan dan bawahan layaknya “Sholat Berjamaah”, di mana keselarasan antara imam dan makmum menjadi kunci keberhasilan organisasi.

”Setiap aparatur harus menanamkan prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Kemudian semuanya harus tertib administrasi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jadikan waktu kerja kita sebagai ladang pahala dengan niat yang lurus,” tegas beliau.
Beliau juga mengingatkan pentingnya penguatan 6 area Zona Integritas (ZI) untuk memastikan pelayanan publik yang prima dan bersih dari korupsi.
Selanjutnya, Panitera PTA Palangka Raya, Drs. H. Darmadi, memberikan pemaparan terkait capaian kinerja PA Tamiyang Layang. Beliau memberikan apresiasi atas tren positif nilai kinerja yang mengalami peningkatan dari 86,28 pada Triwulan IV 2025 menjadi 86,35 pada Triwulan I 2026. Hal ini diikuti dengan kenaikan peringkat nasional yang cukup signifikan, dari posisi 99 menjadi posisi 88.

”Performa PA Tamiyang Layang saat ini sudah sangat bagus. Dengan kondisi gedung yang representatif dan sumber daya pegawai yang potensial, saya sangat optimis PA Tamiyang Layang dapat meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Prestasi yang sudah ada ini harus terus diapresiasi, ditingkatkan, dan yang terpenting, kita harus selalu punya target yang lebih tinggi,” ujar Panitera PTA Palangka Raya.
Namun, berdasarkan hasil temuan HAWASDA Triwulan I 2026, beliau memberikan beberapa catatan penting untuk segera dioptimalkan, antara lain:
– Peningkatan ketertiban pelaksanaan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
– Kesesuaian pelaksanaan persidangan dengan ketentuan yang berlaku.
– Maksimalisasi proses mediasi, baik secara langsung maupun elektronik.
– Kedisiplinan pelaksanaan eksaminasi hakim sesuai jadwal yang ditentukan.

Pembinaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pegawai PA Tamiyang Layang untuk terus berbenah, menjaga integritas, dan konsisten meningkatkan performa demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. (Tim Redaksi)