Harap Tunggu...

» Pulang Pisau » 734. Maknai Lebaran dengan Perenungan, Sekretaris PA Pulang Pisau Pilih “Mudik Hati” daripada Pulang Kampung
734. Maknai Lebaran dengan Perenungan, Sekretaris PA Pulang Pisau Pilih “Mudik Hati” daripada Pulang Kampung
  

Maknai Lebaran dengan Perenungan, Sekretaris PA Pulang Pisau Pilih “Mudik Hati” daripada Pulang Kampung


Pulang Pisau, 25 Maret 2026, Tradisi mudik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia. Jutaan masyarakat berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga. Namun, hal berbeda dilakukan oleh Sekretaris Pengadilan Agama Pulang Pisau pada Lebaran 2026 ini.

Ia memilih untuk tidak melakukan perjalanan mudik pada hari pertama Idulfitri. Baginya, makna mudik tidak semata-mata soal perjalanan fisik menuju kampung halaman, melainkan juga perjalanan batin untuk kembali kepada kesucian diri.

“Lebaran adalah momentum untuk kembali fitri. Mudik bukan hanya tentang pulang secara jasmani, tetapi juga memudikkan hati—merenungi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah,” ungkapnya.

Menurutnya, esensi dari Idulfitri adalah saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Hal tersebut tidak harus selalu dilakukan pada momen Lebaran saja, melainkan bisa diwujudkan kapan pun.

Ia juga menekankan bahwa meminta maaf kepada orang tua, keluarga, dan kerabat tidak harus menunggu hari raya. Nilai-nilai kebersamaan dan saling memaafkan justru akan lebih bermakna jika dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika belum sempat mudik saat Lebaran, bukan berarti kehilangan makna. Kita masih bisa ‘mudik’ di hari-hari lain, menyambung silaturahmi dan memperbaiki hubungan,” tambahnya.

Keputusan ini menjadi refleksi bahwa di tengah kuatnya tradisi mudik di Indonesia, terdapat cara lain dalam memaknai Idulfitri secara lebih mendalam—yakni dengan perjalanan hati menuju keikhlasan dan kesucian diri.

Dengan pendekatan tersebut, ia berharap masyarakat dapat melihat bahwa makna Lebaran tidak hanya terletak pada tradisi, tetapi juga pada nilai spiritual yang menyertainya.

“C.A.T. (Cepat, Aktual, dan Terpercaya), RHY/Ses/Timred”