Sisi Lain Petugas Keamanan Pengadilan Agama Pulang Pisau Menjaga Ketertiban hingga Menjadi ‘Peredam‘ Emosi Para Pencari Keadilan

Foto : Petugas Keamanan PA Pulang Pisau (14/10/2026)
Pulang Pisau |pa-pulangpisau.go.id
Pulang Pisau – 14 Oktober 2026Ketika pintu ruang sidang Pengadilan Agama (PA) Pulang Pisau dibuka, perhatian publik biasanya tertuju pada hakim, panitera, atau para pihak yang sedang bersengketa. Namun, di balik kelancaran dan kekhidmatan setiap proses persidangan, ada sosok-sosok tangguh yang berdiri sigap di baris depan: petugas penjaga sidang dan keamanan (satpam).
Di balik seragam tegap dan kesan tegas yang mereka tampilkan, terdapat sisi kemanusiaan yang hangat dan penuh dinamika. Bertugas di pengadilan agama tentu memiliki tantangan tersendiri dibanding instansi lainnya. Sebagian besar perkara yang ditangani melibatkan emosi yang tinggi, seperti perceraian, hak asasi anak, hingga sengketa waris.
Bukan Sekadar Menjaga Pintu, Tapi Juga ‘Menjaga Hati‘ Menjaga keamanan di Pengadilan Agama Pulang Pisau tak hanya mengandalkan fisik dan kewaspadaan, melainkan juga empati. Seringkali, emosi para pihak yang bersengketa meluap saat proses mediasi maupun persidangan berlangsung. Di sinilah peran penting para petugas keamanan diuji. “Tugas kami di sini bukan sekadar memeriksa barang bawaan atau berdiri di depan pintu sidang. Sering kali kami harus menjadi pendengar yang baik atau meredakan tensi tinggi antarpihak sebelum mereka masuk ke ruang sidang,” ujar salah seorang petugas keamanan PA Pulang Pisau.
Tidak jarang, petugas harus menjadi sarana ‘peredam‘ emosi ketika suasana memanas di luar ruang sidang. Pendekatan secara humanis, tutur kata yang santun, dan sikap tenang menjadi kunci utama agar potensi keributan dapat diredam secara damai.
Mengayomi dengan Senyuman dan Kepedulian Di sisi lain, wajah ramah para petugas inilah yang pertama kali menyapa masyarakat pencari keadilan saat melangkahkan kaki di PA Pulang Pisau. Mulai dari mengarahkan alur pelayanan, membantu warga lansia, hingga menenangkan pihak yang datang dalam kondisi cemas atau menangis. Kehadiran mereka memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan psikologis bagi masyarakat yang mungkin baru pertama kali berurusan dengan lembaga peradilan.
“C.A.T (Cepat. Aktual. Terpercaya) Str/TimRed”
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|



