Harap Tunggu...

» Pulang Pisau » 1685. Teladani Luqman al-Hakim, Sekretaris PA Pulang Pisau Tekankan Pentingnya Etika dan Menjaga Lisan dalam Rapat Kesekretariatan
1685. Teladani Luqman al-Hakim, Sekretaris PA Pulang Pisau Tekankan Pentingnya Etika dan Menjaga Lisan dalam Rapat Kesekretariatan
  

Pulang Pisau | pa-pulangpisau.go.id

Pulang Pisau – Pengadilan Agama (PA) Pulang Pisau kembali menggelar Rapat Tim Kesekretariatan sebagai bentuk evaluasi dan koordinasi rutin. Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris PA Pulang Pisau ini tidak hanya membahas capaian teknis, tetapi juga menjadi momentum penting untuk pembinaan moral dan etika aparatur.

Dalam arahannya, Sekretaris PA Pulang Pisau menyoroti pentingnya menjaga harmonisasi dan etika kerja di lingkungan kesekretariatan. Beliau menyampaikan sebuah pesan mendalam yang diilustrasikan melalui kisah hikmah Luqman al-Hakim, tokoh bijaksana yang diabadikan namanya dalam Al-Qur’an.

Belajar dari Kisah Hati dan Lidah Luqman al-Hakim

Di hadapan seluruh peserta rapat yang terdiri dari para Kepala Sub Bagian (Kasubag), tenaga pelaksana, dan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Sekretaris PA Pulang Pisau menceritakan kisah masyhur ketika Luqman al-Hakim diminta oleh majikannya untuk menyembelih seekor domba dan membawakan dua bagian paling baik dari hewan tersebut. Luqman kemudian membawakan hati dan lidah.

Di lain waktu, sang majikan kembali meminta Luqman menyembelih domba dan kali ini memintanya membawa dua bagian paling buruk. Mengejutkannya, Luqman kembali membawakan hati dan lidah. Ketika ditanya alasannya, Luqman menjawab dengan penuh hikmah, “Tidak ada yang lebih baik dari keduanya jika ia baik, dan tidak ada yang lebih buruk dari keduanya jika ia buruk.”

Relevansi Kisah dengan Etika Birokrasi

Sekretaris PA Pulang Pisau menarik benang merah dari kisah tersebut dengan realitas kehidupan berorganisasi di lingkungan PA Pulang Pisau. Beliau menekankan bahwa “hati” (niat dan ketulusan) dan “lidah” (tutur kata dan komunikasi) adalah penentu utama kualitas seorang pegawai.

“Kisah Luqman al-Hakim ini sangat relevan dengan kita. Seberapa pun tingginya ilmu, pangkat, atau keterampilan teknis yang kita miliki, jika hati kita kotor oleh kesombongan dan lidah kita tajam menyakiti orang lain, maka rusaklah seluruh nilai kebaikan kita,” tegas beliau.

Lebih lanjut, Sekretaris PA Pulang Pisau mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga etika pergaulan, baik kepada sesama rekan kerja sejawat, kepada atasan, maupun kepada bawahan. Peringatan ini disampaikan secara serius, agar tidak ada pegawai dibagian kesekretariatan mempunyai sikap kurang beretika dan mengabaikan nilai-nilai kesantunan dalam berinteraksi di lingkungan kantor.

Etika di Atas Segalanya

Dalam penutup arahannya, Sekretaris PA Pulang Pisau kembali menegaskan bahwa etika dan adab harus selalu dikedepankan. Lingkungan kerja yang sehat dan aproduktif tidak hanya dibangun di atas kompetensi, melainkan juga di atas pilar saling menghargai, kerendahan hati, dan tutur kata yang baik.

“Saya meminta kepada seluruh tim kesekretariatan untuk menjadikan kisah Luqman al-Hakim sebagai cermin. Mari kita jaga hati dari sifat dengki dan sombong, serta jaga lisan dari perkataan yang merendahkan atau menyakiti. Kedepankan etika dalam setiap interaksi, karena etika adalah cerminan dari integritas dan profesionalisme kita sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui rapat pembinaan ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Pulang Pisau, khususnya di bidang kesekretariatan, dapat terus bermuhasabah dan memperbaiki diri, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis, sinergis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.

“C.A.T (Cepat, Aktual dan Terpercaya), RHY/Timred”