PA Muara Teweh Gelar Roleplay Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas untuk Tingkatkan Kualitas Layanan PTSP

Muara Teweh – Pengadilan Agama Muara Teweh melaksanakan kegiatan roleplay bertema “Teknis Pelayanan kepada Pihak Penyandang Disabilitas” di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panitera Pengadilan Agama Muara Teweh, H. Ahmad Luthfi, S.H.I., sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Dalam pemaparannya, H. Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa pelayanan kepada penyandang disabilitas tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi juga mencakup penyandang disabilitas intelektual maupun mental. Selain itu, petugas pelayanan juga harus memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, ibu yang membawa balita dan masyarakat lainnya yang membutuhkan pelayanan dengan pendekatan khusus.
“Pelayanan prima tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga dari kemampuan petugas memahami kebutuhan setiap pencari keadilan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan maupun termasuk dalam kelompok rentan,” ungkapnya.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan roleplay sebagai bentuk simulasi pelayanan kepada penyandang disabilitas. Simulasi diperankan oleh Aresa Okta Ibrahim, sebagai pengguna layanan, dengan Muliawan Eddy Sentosa bertindak sebagai pendamping serta Muhammad Fikri Mubarok, S.H. sebagai petugas PTSP.
Dalam simulasi tersebut, petugas mempraktikkan tata cara memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas tuna rungu menggunakan alat bantu dengar. Para peserta diperlihatkan bagaimana berkomunikasi secara efektif, memberikan pendampingan yang tepat, serta memastikan informasi layanan dapat diterima dengan baik oleh pengguna layanan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pengadilan Agama Muara Teweh dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan akses keadilan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pelayanan prima dan nilai-nilai Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Dengan adanya pelatihan melalui roleplay ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Muara Teweh semakin siap memberikan pelayanan yang profesional, humanis dan berorientasi pada kebutuhan para pencari keadilan tanpa diskriminasi. (aoi)
1326. 🎉 Selamat Ulang Tahun ke-67 Selanjutnya