Tingkatkan Kualitas SDM, MA Gelar Kompetensi Pengelola Kepegawaian dengan Materi Manajemen Talenta
Palangka Raya, 16 Desember 2025 – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan peradilan, Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia melalui Biro Kepegawaian menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi bagi para pengelola kepegawaian. Acara ini berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, sesi pertama memfokuskan pada materi Manajemen Talenta.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan Jam Pelajaran (JPL) yang wajib dipenuhi oleh pegawai, khususnya bagi mereka yang bertugas mengelola kepegawaian di MA dan seluruh Badan Peradilan yang berada di bawahnya (Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara).
Fokus pada Manajemen Talenta
Manajemen Talenta menjadi topik utama mengingat perannya yang krusial dalam memastikan ketersediaan pegawai berkompeten yang siap menduduki posisi-posisi strategis.
Kepala Biro Kepegawaian MA, dalam sambutannya, menyampaikan:
“Pengelola kepegawaian adalah ujung tombak dalam menciptakan birokrasi yang berintegritas dan profesional. Dengan memahami dan mengimplementasikan Manajemen Talenta, kita tidak hanya mengisi kekosongan jabatan, tetapi juga mengembangkan potensi terbaik setiap pegawai agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi lembaga peradilan.”
Materi yang dibahas meliputi identifikasi talenta, pengembangan, retensi, hingga penyusunan talent pool yang selaras dengan kebutuhan organisasi dan sistem merit. Tujuan akhirnya adalah membangun sebuah ekosistem kepegawaian yang adaptif dan mampu menghasilkan Future Leaders di lingkungan Mahkamah Agung.
Pentingnya Pemenuhan JPL dan Continuous Learning
Peserta yang terdiri dari berbagai tingkatan pengelola kepegawaian di seluruh Indonesia mendapatkan pengetahuan terbaru mengenai kebijakan-kebijakan kepegawaian, terutama yang berkaitan dengan penerapan sistem merit dan pengembangan karir berbasis kompetensi. Kegiatan ini juga menjadi platform untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan talenta di masing-masing satuan kerja.
Pelaksanaan pengembangan kompetensi ini menegaskan komitmen Mahkamah Agung dalam mewujudkan peradilan yang modern, transparan, dan akuntabel melalui penguatan kapasitas SDM, sejalan dengan visi MA untuk mencapai Badan Peradilan Indonesia Yang Agung.

