Harap Tunggu...

» Kuala Kurun » Keutamaan Pemimpin yang Adil dalam Pandangan Islam: Keagungan, Kedudukan, dan Tanda-Tanda Keberkahan
Keutamaan Pemimpin yang Adil dalam Pandangan Islam: Keagungan, Kedudukan, dan Tanda-Tanda Keberkahan
  

Keutamaan Pemimpin yang Adil dalam Pandangan Islam: Keagungan, Kedudukan, dan Tanda-Tanda Keberkahan

Kuala Kurun│pa-kualakurun.go.id

15 SEP 2026 — Keadilan seorang pemimpin merupakan salah satu pilar utama yang menentukan kedamaian, kesejahteraan, serta ketenteraman suatu masyarakat. Dalam ajaran Islam, amanah kepemimpinan tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga memiliki keagungan dan posisi yang sangat mulia di hadirat Allah SWT.

Pembahasan Kultum setelah sholat Ashar ini di jelaskan oleh Ibu Nida Farhanah, S. Sy., M.H., terangkum secara komprehensif dalam Bab 79 Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi yang berjudul Bab Al-Wali al-`Adil (Penguasa yang Adil). Bab ini menguraikan kedudukan, pahala, serta keutamaan luar biasa bagi para pemimpin yang menjalankan tugasnya dengan jujur dan bersikap adil.

Landasan Al-Qur’an: Keadilan adalah Kewajiban Utama

Imam an-Nawawi membuka pembahasan bab ini dengan menyandarkan pada dalil-dalil Al-Qur’an:

  1. Surah An-Nahl Ayat 90

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”

  1. Surah Al-Hujurat Ayat 9

“… Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil.”

Melalui ayat-ayat tersebut, ditegaskan bahwa berlaku adil merupakan kewajiban mutlak. Keadilan menjamin setiap individu mendapatkan haknya secara utuh. Bahkan, para ulama menjelaskan bahwa dengan tegaknya keadilan, “langit dan bumi menjadi tegak”.

Kedudukan Mulia Pemimpin Adil Menurut Hadis Nabi SAW

Dalam Bab 79 ini, terdapat empat hadis utama yang merinci keutamaan serta gambaran mengenai keadilan pemimpin:

  1. Naungan Perlindungan di Hari Kiamat

Dalam hadis riwayat Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW menyebutkan tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya. Pemimpin yang adil disebutkan pada urutan pertama dari tujuh golongan tersebut. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan dan tanggung jawab seorang penguasa.

  1. Mimbar-Mimbar dari Cahaya

Berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash r.a., Rasulullah SAW bersabda bahwa orang-orang yang berlaku adil akan menempati mimbar-mimbar dari cahaya di sisi Allah. Balasan berupa cahaya ini diberikan sebagai bentuk ganjaran yang setimpal karena mereka telah menyebarkan keadilan dan kebenaran selama memimpin, baik dalam skala pemerintahan maupun lingkup keluarga.

  1. Pemimpin Pilihan vs Pemimpin Buruk

Dalam hadis riwayat Muslim dari ‘Auf bin Malik r.a., Rasulullah SAW membagi pemimpin menjadi dua golongan:

  • Pemimpin Pilihan (Baik): Pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya dan mencintai rakyatnya, serta saling mendoakan kebaikan satu sama lain.
  • Pemimpin Buruk: Pemimpin yang membenci rakyatnya dan dibenci oleh rakyatnya, serta saling melaknat satu sama lain.

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya menjaga ketaatan kepada pemimpin selama mereka masih menegakkan salat dan tidak memerintahkan maksiat, demi terwujudnya keakraban serta kemaslahatan bersama.

  1. Jaminan Menjadi Penghuni Surga

Hadis riwayat Muslim dari ‘Iyadh bin Himar r.a. menjelaskan bahwa salah satu dari tiga kelompok calon penghuni surga adalah penguasa yang adil dan mendapat taufik (bimbingan Allah untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya). Sifat adil, kasih sayang kepada sesama, dan menjaga kehormatan diri (iffah) merupakan akhlak terpuji yang menghantarkan seseorang menuju surga.

Kesimpulan

Keadilan dalam kepemimpinan bukan sekadar konsep politik atau sosial semata, melainkan ibadah yang berganjaran tinggi di sisi Allah SWT. Pemimpin yang adil tidak hanya menghadirkan kedamaian di bumi, tetapi juga meraih pertolongan, kemuliaan, serta tempat terbaik di akhirat kelak.

Basmi Pungli, Tolak Gratifikasi, Melayani Sepenuh Hati

PA.Kuala Kurun M.A.N.T.A.P!

“Bravo PA Kuala Kurun!”(By-TI)