Harap Tunggu...

» Kuala Kurun » KAJIAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN BAB 90 ADAB BERCENGKRAMA DAN MENUNTUT ILMU: PENTINGNYA MENYIMAK LAWAN BICARA DALAM ISLAM
KAJIAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN BAB 90 ADAB BERCENGKRAMA DAN MENUNTUT ILMU: PENTINGNYA MENYIMAK LAWAN BICARA DALAM ISLAM
  

KAJIAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN BAB 90

ADAB BERCENGKRAMA DAN MENUNTUT ILMU: PENTINGNYA MENYIMAK LAWAN BICARA DALAM ISLAM

Kuala Kurun│pa-kualakurun.go.id

Kamis, 8 Oktober 2026 – Mengajarkan adab dan etika dalam berinteraksi sosial serta menuntut ilmu, Imam An-Nawawi dalam kitab klasik Riyadhus Shalihin Bab 90 menekankan pentingnya sikap saling menghargai saat berkomunikasi. Bab ini secara khusus membahas perintah untuk mendengarkan pembicaraan teman duduk selama tidak bermuatan maksiat, sekaligus panduan bagi pengajar dalam menertibkan majelis.

Dalam penjelasannya, ulama menegaskan bahwa menyimak lawan bicara dengan penuh perhatian merupakan cerminan akhlak mulia seorang muslim. Sikap mendengarkan ini tidak hanya berlaku dalam percakapan sehari-hari untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi etika utama dalam majelis ilmu agar pesan yang disampaikan dapat diserap dengan sempurna.

Selain adab bagi pendengar, bab ini juga menggarisbawahi peran penting seorang penceramah atau pengajar untuk mengondisikan suasana. Seorang penceramah dianjurkan meminta hadirin tenang dan fokus sebelum materi atau nasihat disampaikan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman informasi.

Prinsip tersebut bersumber dari teladan Rasulullah SAW saat peristiwa Haji Wada’. Kala itu, beliau meminta Jarir bin ‘Abdillah RA untuk menenangkan para sahabat agar seluruh jamaah dapat menyimak pesan-pesan penting yang disampaikan Nabi SAW secara cermat.

” PA Kuala Kurun M.A.N.T.A.P! ” (RNM-TI).