Harap Tunggu...

» Kuala Kurun » Adab Makan Secara Islami Berdasarkan Kitab Riyadhus Shalihin oleh Ibu Ketua PA Kuala Kurun, Rahimah, S.H.I., M.H.
Adab Makan Secara Islami Berdasarkan Kitab Riyadhus Shalihin oleh Ibu Ketua PA Kuala Kurun, Rahimah, S.H.I., M.H.
  

Adab Makan Secara Islami Berdasarkan Kitab Riyadhus Shalihin
oleh Ibu Ketua PA Kuala Kurun, Rahimah, S.H.I., M.H.

Kuala Kurun│pa-kualakurun.go.id

Kuala Kurun, Senin, 26 Oktober 2026 – Adab dan tata cara makan dalam Islam memiliki tuntunan yang sangat luhur dan mendalam, tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jasmani, tetapi juga keberkahan dan keimanan. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Ketua Pengadilan Agama (PA) Kuala Kurun, Rahimah, S.H.I., M.H., saat menyampaikan kajian dan sosialisasi mengenai Kitab Riyadhus Shalihin Bab Adab-Adab Makanan.

Dalam pemaparannya yang merujuk pada kitab karya Imam Nawawi, beliau menekankan pentingnya menjaga kesederhanaan saat makan dan minum serta menjauhi sifat berlebihan yang dapat mendatangkan mudarat bagi tubuh.

  • Tuntunan Kesehatan dan Batas Porsi Makan

Mengutip hadis riwayat Almiqdam bin Ma’dikariba r.a., Rasulullah s.a.w. mengingatkan bahwa wadah yang paling buruk untuk diisi oleh anak Adam adalah perutnya. Oleh karena itu, Islam menganjurkan konsep pembagian isi perut menjadi tiga bagian yang seimbang:

  • Sepertiga untuk makanan.
  • Sepertiga untuk minuman.
  • Sepertiga lagi untuk pernapasan (udara).

Ibu Ketua PA Kuala Kurun menjelaskan bahwa makan secukupnya—yakni sekadar untuk menegakkan tulang punggung dan menjaga semangat kerja—merupakan kunci utama menjaga kesehatan tubuh dan ketajaman berpikir. Sebaliknya, kekenyangan yang berlebihan (besarnya perut) tidak hanya menjadi sarang penyakit, tetapi juga dapat memicu kemalasan, kelesuan, hingga melemahkan semangat kerja.

  • Adab dan Doa Penting Saat Makan

Selain porsi, Ibu Rahimah, S.H.I., M.H. juga memaparkan adab-adab praktis yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. agar setiap suapan makanan bernilai ibadah dan mendatangkan berkah:

  1. Mengucapkan Basmalah dan Menggunakan Tangan Kanan Sesuai hadis dari ‘Amr bin Abu Salamah r.a., Rasulullah s.a.w. berpesan agar senantiasa mengucapkan “Bismillah”, makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan yang berada di dekat kita.
  2. Tata Cara Jika Lupa Membaca Basmalah Berdasarkan hadis dari Aisyah r.a., jika seseorang lupa menyebut nama Allah di awal makan, dianjurkan untuk membaca:

“Bismillahi awwalahu wa akhirahu” (Dengan nama Allah pada permulaan makan dan pada penghabisannya).

Hal ini penting untuk menghindari campur tangan setan yang ingin ikut menikmati makanan tersebut, sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Jabir r.a. dan Umayyah bin Makhsyi as-Shahabi r.a.

  1. Mengucapkan Doa Syukur Setelah Selesai Makan Di penghujung santapan, disunnahkan untuk memuji Allah atas rezeki yang telah diberikan tanpa ada daya dan kekuatan dari manusia itu sendiri, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis dari Mu’az bin Anas r.a. bahwa pengampunan dosa terdahulu bagi yang mengamalkannya.

Melalui penyampaian materi ini, diharapkan seluruh pegawai dan masyarakat dapat meresapi serta mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal mendasar seperti adab di meja makan demi tercapainya kesehatan jasmani dan keberkahan hidup.

Basmi Pungli, Tolak Gratifikasi, Melayani Sepenuh Hati

PA. Kuala Kurun M.A.N.T.A.P!

“Bravo PA Kuala Kurun!” (By-TI)