Harap Tunggu...

» Kuala Kurun » PA Kuala Kurun Laksanakan Kultum Dengan Mengkaji Kitab Riyadhus Shalihin
PA Kuala Kurun Laksanakan Kultum Dengan Mengkaji Kitab Riyadhus Shalihin
  

PA Kuala Kurun Laksanakan Kultum Dengan Mengkaji Kitab Riyadhus Shalihin

Kuala Kurun | pa-kualakurun.go.id.

Rabu (4/3/2026), setelah shalat zuhur berjamaah bertempat di Ruang Mushalla, dilaksanakan kultum dengan mengkaji kitab Riyadhus Shalihin. Kajian kitab kali ini disampaikan oleh Rastra Nana Mahardika, S.H. dengan materi yang terdapat pada bab 3 mengenai Sabar.

Sabar secara bahasa (etimologi) berarti menahan, sementara secara istilah (terminologi) sabar berarti menahan diri dari tiga hal, yaitu pertama sabar dalam ketaatan kepada Allah, kedua sabar dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan ketiga sabar terhadap takdir Allah yang tidak menyenangkan.

Secara garis besar penjelasan mengenai bab ini yaitu:

Sabar dalam ketaatan kepada Allah

Hendaknya manusia sabar dalam ketaatan kepada Allah, karena ketaatan itu berat dan sulit dijalankan oleh manusia. Kadang terasa berat secara fisik karena dalam menjalani ketaatan manusia bisa letih dan lelah. Terkadang juga di dalam ketaatan terdapat rasa berat secara finansial karena kadang ketaatan memerlukan harta seperti zakat dan haji.

Sabar dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah

Manusia dalam hal ini harus menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah karena nafsu amarah senantiasa mengajak kita untuk melakukan hal yang buruk. Maka hendaklah manusia sabar menahan nafsunya seperti dusta dan curang dalam muamalah, memakan harta dengan cara yang batil seperti riba, berzina, mencuri dan dosa besar lainnya yang serupa.

Sabar terhadap takdir Allah

Hendaknya manusia sabar terhadap takdir Allah yang tidak menyenangkan, karena takdir Allah atas makhluk-Nya ada yang menyenangkan (sesuai dengan apa yang diharapkan), ada juga yang tidak menyenangkan. Takdir yang sesuai dengan harapan perlu disyukuri. Syukur merupakan ketaatan dan sabar dalam ketaatan adalah jenis sabar yang pertama. Sedang takdir yang tidak menyenangkan (tidak sesuai dengan apa yang diinginkan manusia seperti ujian yang menimpa diri, harta, keluarga dan masyarakatnya.

Alhamdulillah kultum berjalan dengan lancar hingga akhir. Semoga materi yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

Basmi Pungli, Tolak Gratifikasi, Melayani Sepenuh Hati

PA. Kuala Kurun M.A.N.T.A.P!

Bravo PA Kuala Kurun!” (NF – TI)

Berita Selanjutnya