Harap Tunggu...

» Sampit » 786. Perselisihan Menjadi Faktor Utama Perceraian di PA Sampit pada November 2025
786. Perselisihan Menjadi Faktor Utama Perceraian di PA Sampit pada November 2025
  

Perselisihan Menjadi Faktor Utama Perceraian di PA Sampit pada November 2025

Sampit│pa-sampit.go.id

Sampit – Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Agama Sampit Kelas IB, perselisihan dan pertengkaran terus-menerus tercatat menjadi penyebab utama perceraian pada bulan November 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa dari seluruh perkara perceraian yang masuk dan diputus selama bulan tersebut, sebanyak 66 kasus dipicu oleh faktor perselisihan berkepanjangan dalam rumah tangga.

Selain itu, terdapat beberapa faktor penyebab perceraian lain yang tercatat, meskipun jumlahnya tidak sebanyak kasus perselisihan. Di antaranya adalah alasan meninggalkan salah satu pihak yang berjumlah 6 kasus, kemudian hukuman penjara dan murtad masing-masing 1 kasus. Faktor-faktor tersebut menggambarkan bahwa permasalahan dalam rumah tangga masih sangat beragam, meskipun dominasi persoalan komunikasi dan keharmonisan rumah tangga tampak menonjol.

Adapun kategori penyebab seperti zina, mabuk, madat, judi, poligami, KDRT, cacat badan, kawin paksa, dan ekonomi tercatat tidak muncul selama periode November 2025 berdasarkan visualisasi data yang ditampilkan. Hal ini menunjukkan adanya dinamika sosial yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, sekaligus menjadi catatan bagi para pemangku kepentingan terkait pelaksanaan program pembinaan keluarga dan penyuluhan hukum.

Pengadilan Agama Sampit berharap publikasi data penyebab perceraian ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi masyarakat, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta pendamping keluarga dalam upaya menekan angka perceraian. Dengan meningkatnya pemahaman akan faktor penyebab perceraian, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mampu menyelesaikan konflik keluarga secara lebih dewasa sebelum memilih jalur hukum sebagai solusi terakhir.

PA Sampit : Bahalap, Bahalap, Bahalap !