Harap Tunggu...

» Pulang Pisau » 542. MAKNA RAMADHAN 1447 HIJRIAH MENURUT SOSOK ROSID
542. MAKNA RAMADHAN 1447 HIJRIAH MENURUT SOSOK ROSID
  

MAKNA RAMADHAN 1447 HIJRIAH MENURUT SOSOK ROSID


Pulang Pisau | pa-pulangpisau.go.id

Makna Ramadhan 1447 Hijriah menurut sosok Rosid tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas ibadah tahunan, tetapi sebagai momentum evaluasi diri secara menyeluruh. Ramadhan yang dimulai pada 19 Februari 2026 menjadi ruang jeda dari kesibukan harian untuk menata ulang niat, memperbaiki perilaku, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Menurut Rosid, Ramadhan mengajarkan disiplin dan pengendalian diri yang nyata. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan konsistensi dalam bersikap jujur, sabar, dan bertanggung jawab, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan sepanjang tahun, tidak berhenti saat Ramadhan berakhir.

Lebih lanjut, Rosid memandang Ramadhan 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat empati sosial. Rasa lapar yang dirasakan sejak hari-hari awal puasa menjadi pengingat akan kondisi masyarakat yang kurang beruntung, sehingga mendorong kepedulian melalui sedekah, berbagi, dan sikap saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.

Di akhir pandangannya, Rosid berharap Ramadhan yang dimulai pada 19 Februari 2026 ini mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih matang secara spiritual dan profesional. Ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari banyaknya aktivitas seremonial, tetapi dari perubahan sikap dan akhlak yang tetap terjaga setelah bulan suci tersebut berlalu.

“C.A.T (Cepat, Aktual dan Terpercaya), MR/Timred”