Harap Tunggu...

» Pulang Pisau » 470. Ramadhan 1447 H Tesar Satria Nugraha Ajak Jadikan Puasa Momentum Mental dan Spiritual
470. Ramadhan 1447 H Tesar Satria Nugraha Ajak Jadikan Puasa Momentum Mental dan Spiritual
  

Ramadhan 1447 H Tesar Satria Nugraha Ajak Jadikan Puasa Momentum Mental dan Spiritual


Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, berbagai perspektif mengenai makna ibadah puasa mulai bermunculan. Salah satunya datang dari Tesar Satria Nugraha, yang menekankan bahwa Ramadhan tahun ini harus dipandang lebih dari sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai proses reboot total bagi jiwa manusia. Menurut Tesar, di tengah dinamika dunia tahun 2026 yang serba cepat dan penuh dengan disrupsi teknologi, Ramadhan hadir sebagai “rem” yang sangat dibutuhkan.

Esensi Kesabaran di Era Instan Tesar menyoroti bagaimana masyarakat saat ini terbiasa dengan segala sesuatu yang serba instan. Ia melihat puasa sebagai latihan untuk kembali menguasai diri. “Makna mendalam Ramadhan 1447 H ini adalah tentang reclaim control. Di dunia yang serba real-time, puasa mengajarkan kita untuk berjarak sejenak dengan keinginan duniawi agar kita bisa mendengar kembali suara hati dan fokus pada koneksi dengan Sang Pencipta,” ujar Tesar. Tiga Pilar Ramadhan Versi Tesar Satria Nugraha Dalam pemaparannya, Tesar membagi makna Ramadhan tahun ini ke dalam tiga poin utama: Kesadaran Sosial Terukur, Tidak hanya berbagi takjil, tapi membangun empati yang berkelanjutan terhadap ketimpangan ekonomi di sekitar. Detoksifikasi Digital Mengurangi kebisingan dunia maya untuk meningkatkan kualitas ibadah silih berganti dengan introspeksi diri (muhasabah). Transformasi Karakter Memastikan bahwa perubahan perilaku positif selama bulan puasa tetap membekas secara permanen setelah Idul Fitri tiba.

Spirit KebersamaanTesar juga menambahkan bahwa Ramadhan 1447 H adalah momentum mempererat kohesi sosial. Ia berharap umat Muslim dapat menjadikan masjid dan pusat komunitas sebagai ruang diskusi yang mencerahkan, bukan sekadar tempat ibadah fisik. “Harapan saya, kita tidak keluar dari Ramadhan 1447 H sebagai orang yang sama. Kita harus menjadi versi yang lebih tenang, lebih peduli, dan lebih bijaksana dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.

“C.A.T (Cepat. Aktual. Terpercaya) St/TimRed”