Pelaksanaan Kultum Perdana PA Kuala Kurun di Tahun 2026

Kuala Kurun | pa-kualakurun.go.id.
Senin (5/1/2026), bertempat di Ruang Mushola, dilaksanakan kuliah tujuh menit (kultum) perdana setelah shalat ashar berjamaah. Kultum perdana ini disampaikan oleh Sekretaris Ahmad Mubarrak, S.H.I. dengan mengenalkan kitab Riyadhus Shalihin yang nantinya akan terus digunakan sebagai bahan kajian dan dibacakan secara bergantian oleh aparatur PA Kuala Kurun.
Riyadhus Shalihin merupakan salah satu kitab kumpulan hadis Nabi Muhammad SAW yang disusun oleh Imam Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi (Imam Nawawi). Riyadhus Shalihin dimaksudkan untuk mengumpulkan hadis-hadis sahih yang dapat menjadi perintis jalan menuju akhirat, tuntunan adab lahir dan batin, menghimpun anjuran dan ancaman, latihan jiwa, didikan akhlak, obat hati, pemeliharaan badan dan lain-lain.
Pada kitab ini hadis-hadis dikelompokkan ke dalam bab-bab berdasarkan tema utama, misalnya akhlak (ikhlas, sabar, takwa, tawakal, hubungan sosial, dan seterusnya), adab sopan santun (malu, menjaga rahasia, menepati janji, menghormati tamu, tata tertib makan, adab berpakaian, mengucapkan salam), adab terkait orang sakit dan orang yang meninggal, keutamaan membaca Al Qur’an, keutamaan-keutamaan terkait berbagai macam salat dan puasa, jihad, dzikir dan doa serta larangan-larangan terkait ibadah, muamalah, dan sebagainya.

Sebagai pembahasan perdana, beliau menjelaskan bab tentang ikhlas dan niat dalam segala perbuatan, perkataan dan perilaku lahir maupun batin serta membacakan hadis terkait. Beberapa pokok penting dalam pembahasan ini yaitu:
1. Hadis Fundamental: Diawali dengan riwayat Umar bin Khattab (HR. Bukhari & Muslim) yang menyatakan bahwa setiap amal tergantung niatnya dan seseorang akan dibalas sesuai niatnya, seperti hijrah yang bernilai karena Allah atau dunia.
2. Syarat Diterimanya Amal: Keikhlasan adalah syarat mutlak agar amal ibadah diterima Allah sehingga setiap perbuatan baik yang tampak maupun tersembunyi harus diniatkan karena-Nya.
3. Pentingnya Niat yang Lurus: Pentingnya menghadirkan niat yang baik (ikhlas) dalam ibadah (shalat, zakat, haji, sedekah) dan muamalah agar bernilai pahala, bukan sekadar memenuhi kewajiban duniawi.
4. Menghindari Riya’ (Pamer): Mengajarkan agar tidak melakukan amal karena ingin pujian manusia atau keuntungan duniawi, tetapi semata-mata mencari ridha Allah.
5. Kaitan dengan Kehidupan Akhirat: Bab ini menjadi pengingat bahwa hidup di dunia sementara dan amal perbuatan yang diniatkan dengan ikhlas adalah bekal menuju akhirat yang abadi.
Semoga kajian rutin yang dilaksanakan menambah khazanah keilmuan aparatur PA Kuala Kurun dan sebagai sarana untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.
Basmi Pungli, Tolak Gratifikasi, Melayani Sepenuh Hati
PA. Kuala Kurun M.A.N.T.A.P!
“Bravo PA Kuala Kurun!” (NF – TI)
41. Laporkan LHKPN, Wujud Tertib Administrasi dan Integritas Selanjutnya
Pelaksanaan Apel Jum’at Sore (05 Desember 2025) Sebelumnya