Aparatur Pengadilan Agama Sukamara Laksanakan Kajian Riyadus Shalihin Ba’da Dzuhur, Bahas Bab Memuliakan dan Menghibur Sesama

Sukamara, 26 Februari 2026 – Suasana religius Ramadhan 1447 H terasa kian hidup di lingkungan Pengadilan Agama Sukamara. Pada hari Kamis, 26 Februari 2026, seluruh aparatur kembali mengisi kegiatan ba’da Dzuhur dengan melaksanakan kajian kitab klasik yang sarat nilai akhlak dan spiritualitas, yaitu Riyadus Shalihin karya Imam An-Nawawi.
Pada kesempatan tersebut, kajian memasuki Bab 62 yang membahas tentang pentingnya memuliakan orang lain dan menghibur sesama. Materi disampaikan secara mendalam oleh Ustadzah Disca Betty Viviansari, S.H., yang menguraikan kandungan hadis-hadis dalam bab tersebut dengan bahasa yang sistematis, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan kerja peradilan.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Disca menjelaskan bahwa memuliakan orang lain merupakan bagian dari akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Bentuknya dapat berupa sikap ramah, tutur kata yang lembut, menghargai perbedaan, serta memberikan perhatian kepada sesama. Ia juga menekankan bahwa menghibur orang yang sedang bersedih atau mengalami kesulitan termasuk amal kebajikan yang besar pahalanya, karena mampu meringankan beban batin dan mempererat ukhuwah.
Kajian berlangsung dengan khidmat dan penuh perhatian. Kegiatan tersebut dipandu oleh saudara Arif Rahman, S.Kom yang bertindak sebagai MC. Dengan pembawaan yang tenang dan tertib, ia mengarahkan jalannya acara mulai dari pembukaan hingga penutup, sehingga rangkaian kegiatan berjalan lancar dan terstruktur.
Dalam refleksi yang disampaikan di akhir kajian, ditegaskan bahwa nilai memuliakan dan menghibur sesama sangat relevan diterapkan di lingkungan peradilan. Aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat pencari keadilan dituntut tidak hanya profesional secara hukum, tetapi juga memiliki empati dan kelembutan dalam pelayanan.
Kegiatan ba’da Dzuhur ini menjadi bagian dari komitmen Pengadilan Agama Sukamara untuk memaknai Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga momentum pembinaan akhlak dan peningkatan kualitas diri. Melalui kajian rutin Riyadus Shalihin, diharapkan seluruh aparatur semakin kokoh dalam integritas, semakin santun dalam pelayanan, serta semakin kuat dalam kebersamaan dan nilai spiritualitas. (zba/redpaskr)