Harap Tunggu...

» Artikel Hukum » Ramadhan di Depan Mata: Menanti dengan Persiapan, Bukan Sekadar Menunggu
Ramadhan di Depan Mata: Menanti dengan Persiapan, Bukan Sekadar Menunggu
  

Ramadhan di Depan Mata: Menanti dengan Persiapan, Bukan Sekadar Menunggu

Oleh

Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I.

(Wakil Ketua Pengadilan Agama Kota Cimahi)

e-Mail: alfitri7@gmail.com

Pendahuluan

Ramadhan di depan mata, bulan yang senantiasa dinanti oleh orang yang beriman, ini bukan sekadar penanda pergantian waktu, melainkan momentum agung yang membawa peluang besar untuk melakukan perubahan diri secara menyeluruh (kaffah). Ramadhan hadir sebagai madrasah ruhani, tempat setiap Muslim ditempa untuk meningkatkan kualitas iman, ketakwaan, dan akhlak. Karena itu, Ramadhan tidak semestinya disikapi dengan sikap menunggu secara pasif, melainkan disambut dengan kesadaran dan kesiapan yang sungguh-sungguh.

Menanti datangnya Ramadhan tanpa persiapan berisiko menjadikan bulan suci ini berlalu begitu saja, tanpa meninggalkan jejak perubahan yang berarti. Padahal, keberkahan Ramadhan sangat ditentukan oleh bagaimana seseorang mempersiapkan dirinya sejak awal. Persiapan tersebut mencakup kesiapan spiritual, seperti meluruskan niat, memperbaiki kualitas ibadah, dan membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin, dan kesiapan moral, dengan memperbaiki perilaku dan hubungan sosial, serta kesiapan intelektual, dengan memperdalam pemahaman makna puasa dan hikmah di baliknya.

Selengkapnya