Harap Tunggu...

» Tamiang Layang » APEL SENIN PA TAMIANG LAYANG MENGGETARKAN JIWA DAN MENYALAKAN API KEIKHLASAN
APEL SENIN PA TAMIANG LAYANG MENGGETARKAN JIWA DAN MENYALAKAN API KEIKHLASAN
  

Tamiang Layang, 19 Januari 2026 — Tepat pukul 08.00 WIB, halaman Pengadilan Agama Tamiang Layang berubah menjadi panggung pembinaan jiwa dan penguatan integritas. Apel Senin yang diikuti oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Tamiang Layang ini berlangsung dengan penuh khidmat, seolah waktu berhenti sejenak untuk memberi ruang bagi nilai-nilai luhur yang ditanamkan.
Apel dipimpin oleh Pembina Apel, Panitera Pengadilan Agama Tamiang Layang, Misbahul Ulum, yang menyampaikan amanat penuh makna dan menggugah kesadaran batin. Bukan sekadar barisan dan laporan, apel pagi ini menjelma menjadi mimbar pencerahan yang menyejukkan hati.
Dalam amanatnya, Misbahul Ulum mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 84:
“Katakanlah (Muhammad), setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
Ayat ini ditegaskan sebagai pengingat mendalam bahwa setiap pegawai memiliki karakter, potensi, dan cara kerja masing-masing. Namun pada akhirnya, Allah SWT-lah yang paling mengetahui dan menilai siapa yang benar-benar berada di jalan yang lurus. Pesan ini mengalir kuat, menembus sekat formalitas, mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa meluruskan niat dan meningkatkan kualitas diri dalam bekerja.
Lebih lanjut, Pembina Apel menekankan nilai keikhlasan sebagai ruh utama dalam setiap pekerjaan. Ia menyampaikan bahwa berat atau ringannya tugas, besar atau kecilnya gaji, tidak seharusnya menjadi ukuran utama dalam bekerja. Ketika pekerjaan dilakukan dengan hati yang ikhlas, maka keberkahan akan hadir tanpa diminta, terasa nyata dalam kehidupan, dan membawa ketenangan batin yang tidak dapat diukur dengan materi.
Amanat tersebut seolah menjadi cambuk sekaligus pelukan rohani, mengingatkan bahwa bekerja di Pengadilan Agama bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bentuk pengabdian yang bernilai ibadah. Setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap pelayanan memiliki konsekuensi spiritual yang besar.
Apel Senin pagi itu ditutup dengan semangat yang membumbung tinggi. Para pegawai kembali ke ruang kerja masing-masing dengan jiwa yang diperbarui, membawa pesan kuat bahwa bekerja sesuai fitrah, dilandasi keikhlasan, dan berpegang pada nilai Al-Qur’an adalah jalan lurus menuju keberkahan dan ridha Allah SWT.