KUALA KAPUAS – Memasuki minggu kedua di bulan Januari 2026, tren pemanfaatan layanan hukum berbasis digital di wilayah hukum Kuala Kapuas menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tercatat, hingga pertengahan bulan ini, jumlah pendaftaran perkara melalui aplikasi e-Court telah mencapai angka 67 perkara.
Capaian ini mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat dan para praktisi hukum di Kabupaten Kapuas dalam memanfaatkan teknologi untuk mempermudah akses keadilan yang lebih cepat, sederhana, dan berbiaya ringan.
Angka 67 perkara dalam kurun waktu kurang dari dua minggu ini dianggap sebagai awal yang positif bagi penegakan hukum di Kuala Kapuas. Sebagai perbandingan, jumlah ini menunjukkan konsistensi masyarakat dalam beralih dari pendaftaran konvensional ke sistem daring yang dikelola oleh Mahkamah Agung.
Layanan e-Court sendiri mencakup beberapa fitur utama yang telah dimanfaatkan secara maksimal, antara lain:
- e-Filing: Pendaftaran perkara secara online.
- e-Payment: Pembayaran panjar biaya perkara melalui saluran elektronik.
- e-Summons: Pemanggilan para pihak melalui surat elektronik (email).
- e-Litigation: Persidangan secara elektronik untuk pertukaran dokumen (jawaban, replik, duplik, dan kesimpulan).
Peningkatan jumlah pendaftaran di awal tahun 2026 ini bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator dari beberapa faktor:
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Para pencari keadilan tidak perlu lagi datang berkali-kali ke kantor pengadilan hanya untuk urusan administrasi pendaftaran.
- Transparansi: Seluruh biaya perkara dihitung secara otomatis melalui sistem, sehingga menutup celah pungutan liar.
- Dukungan Infrastruktur Ketersediaan pojok e-Court di kantor pengadilan sangat membantu masyarakat awam yang ingin mendaftarkan perkaranya secara mandiri namun tetap membutuhkan bimbingan teknis.
Komitmen Pelayanan Prima
Pihak otoritas pengadilan setempat menyatakan bahwa mereka akan terus mensosialisasikan penggunaan e-Court kepada masyarakat luas. Dengan capaian 67 perkara di minggu kedua ini, diprediksi jumlah perkara elektronik akan terus meningkat sepanjang tahun 2026. (LTF)