Pesan Haru KMA Prof. Sunarto di Refleksi 2025: “Mengabdilah Tanpa Berharap Balas Budi”
JAKARTA – Acara Anugerah dan Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung 2025 yang berlangsung pada Selasa (30/12) menjadi momen emosional bagi seluruh insan peradilan di Indonesia. Di balik kesuksesan MA memutus 37.865 perkara dengan rasio produktivitas fantastis 99,26%, Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. H. Sunarto, memberikan apresiasi terdalam sekaligus pesan yang sangat menyentuh bagi seluruh jajarannya.
Dalam pidatonya, Prof. Sunarto secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan hormat kepada seluruh warga peradilan—mulai dari Hakim Agung, hakim di daerah, hingga staf administrasi—atas dedikasi mereka menjaga tegaknya keadilan di tanah air.
Pengabdian di Tengah Keterbatasan
Prof. Sunarto menekankan bahwa pelayanan hukum yang prima tidak boleh terhambat oleh kekurangan fasilitas atau kesempurnaan kondisi. Beliau memberikan motivasi agar setiap aparatur peradilan bekerja dengan ketulusan hati sebagai nilai utama.
“Teruslah mengabdi, tanpa berharap balas budi. Teruslah berprestasi, tanpa mengharap apresiasi. Jangan menunggu sempurna, untuk melayani secara paripurna. Justru di tengah keterbatasan, tulusnya pengabdian akan semakin berkesan,” ujar Prof. H. Sunarto disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Integritas sebagai Rel Pengabdian
Pesan ini disampaikan sejalan dengan kebijakan MA yang memposisikan pengawasan sebagai bagian dari pembinaan. KMA berharap agar integritas, profesionalitas, dan etika jabatan bukan sekadar slogan, melainkan nafas dalam setiap putusan dan pelayanan kepada masyarakat.
Beliau mengingatkan bahwa marwah peradilan berada di tangan setiap individu yang bekerja di dalamnya. Pengabdian yang tulus, menurutnya, adalah kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan publik yang kini kian menguat.
Catatan Kinerja yang Gemilang
Motivasi tersebut seolah menjadi jawaban atas keberhasilan MA menghadapi lonjakan beban perkara tahun 2025 yang naik sebesar 22,61% (mencapai 38.147 perkara). Meskipun beban kerja meningkat drastis dari tahun sebelumnya, semangat mengabdi tanpa henti dari seluruh warga peradilan terbukti mampu menyelesaikan perkara hingga menyisakan tunggakan yang sangat minim.
“Prestasi yang kita raih hari ini, rasio produktivitas di atas 98% selama tiga tahun terakhir, adalah bukti nyata bahwa warga peradilan telah bekerja melampaui tugas formalnya. Terima kasih atas pengabdian terbaik yang telah Saudara tunjukkan di mana pun Saudara berada,” tutup Prof. Sunarto.
