“Benteng Siber Diperketat: Website PTA Palangka Raya Pulih Berkat Kolaborasi Cepat Dua TIM IT”
🛡️🌐✨
Tanggal 2 Desember 2025 menjadi hari yang kembali menguji kewaspadaan digital Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya. Website resmi lembaga tersebut mengalami sedikit kendala yang cukup mengganggu akses informasi publik. Gangguan ini pertama kali terdeteksi oleh Nurlia Rahma Dhani, S.Kom., Pranata Komputer Ahli Pertama pada Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya, yang kemudian langsung melaporkannya kepada H. Abdul Ghoni Hamid, S.H.I., M.H.I., selaku Kepala Subbagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi PTA Palangka Raya.
Menyadari urgensi situasi, beliau segera menghubungi TIM IT Pengadilan Agama Palangka Raya, diwakili oleh Rahmad Suaidi, S.Kom., untuk meminta bantuan teknis. Respons yang datang tidak hanya cepat, tetapi juga penuh inisiatif. Rahmad langsung menghubungi kembali Ibu Nurlia untuk melakukan konfirmasi awal mengenai gejala gangguan yang muncul.
Dari komunikasi teknis tersebut mengalirlah rangkaian analisis bersama, seolah dua tim ini sedang membuka peta digital untuk mencari titik celahnya. Mereka menelusuri berbagai kemungkinan—dari konfigurasi sistem yang melemah, file yang tidak terproteksi optimal, hingga potensi serangan luar yang memancing website menjadi down.
Proses diagnosis dilakukan perlahan namun pasti. Setiap log diperiksa, setiap script ditelusuri, setiap konfigurasi diuji ulang. Hingga akhirnya, akar masalah semakin terlihat, dan solusi pun dirumuskan:
-
Memperketat proteksi file-file inti dan script penting,
-
Melakukan konfigurasi ulang untuk menutup celah keamanan,
-
Meningkatkan lapisan keamanan agar risiko serangan eksternal dapat ditekan semaksimal mungkin.
Perbaikan tersebut bukan hanya membuat website kembali normal, tetapi juga memperkuat pondasi sistem agar lebih tangguh menghadapi ancaman siber di masa mendatang.
Dalam momen itu, TIM IT Pengadilan Agama Palangka Raya memberikan pernyataan yang mencerminkan dedikasi mereka:
“Saya menyadari tidak ada sistem yang benar-benar aman dan bebas dari gangguan, tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan tersebut.”
Mereka kemudian menambahkan pesan yang lebih mendalam, menggambarkan filosofi kerja di dunia teknologi yang terus bergerak:
“Keamanan digital itu bukan tujuan akhir, tetapi perjalanan yang harus dijaga setiap hari. Selama sistem berjalan, kami akan terus berdiri di belakangnya.”
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kekuatan layanan digital peradilan bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada manusia-manusia yang bekerja senyap menjaga agar layanan tetap tersedia bagi masyarakat.
Pada hari itu, dua TIM IT dari dua tingkatan peradilan kembali menunjukkan bahwa ketika kecepatan, kepedulian, dan kerja sama bersatu, gangguan sekecil apa pun dapat ditangani dengan elegan. Website pun kembali berdetak normal—lebih kuat dan lebih siap menghadapi hari esok. 🌟

