Sampit | www.pa-sampit.go.id

Senin (10/06/19) pukul 07.30.WIB bertempat di teras depan kantor Pengadilan Agama Sampit digelar Apel Pagi Perdana di hari pertama masuk kerja pasca libur panjang merayakan hari raya Idul Fitri 1440 H. Dalam apel perdana ini diikuti oleh Pimpinan, Hakim, Pejabat Fungsional dan Struktural serta seluruh Pegawai dan PPNPN.

Bertindak sebagai Pembina Apel Ketua Pengadilan Agama Sampit Norhadi, S.H.I. Mengawali amanatnya beliau mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H, saya selaku pribadi dan selaku Ketua mohon maaf lahir dan bathin apabila selama ini ada kesalahan dan kekhilafan yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Selanjutnya beliau juga menyampaikan agar para ASN dan PPNPN dapat melaksanakan tupoksi dengan baik dan penuh tanggung jawab, walaupun masing-masing kita memiliki tugas tambahan yang tidak sedikit. Untuk itu saya mengharapkan kepada Wakil Ketua agar dapat melaksanakan tugas pengawasan baik itu di Bagian Kepaniteraan maupun di Bagian Kesekretariatan. Yang tak kalah pentingnya lagi adalah yang akan kita hadapi sekarang ini yaitu APM dan ZI, karena dalam waktu yang tidak lama lagi akan datang Assessor Eksternal untuk surveilence  dan Tim dari Menpan RB. 

Mari kita saling bekerja sama dengan baik untuk menghadapinya, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing yang sudah termuat dalam SK Tim, baik APM ataupun ZI, semoga apa yang kita kerjakan nantinya bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.

Setelah apel pagi dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan saling memohon maaf, indahnya kebersamaan dan saling mema’afkan. (Tim Redaksi PA Sampit)

Sampit |www.pa-sampit.go.id

Berdasarkan Surat Ketua PTA Kalteng Nomor: W16-A/699/HK.05/V/2019 tanggal 15 Mei 2019 Perihal Kesediaan Untuk Membuat Makalah Dan Presentasi Pada Acara Diskusi Hukum, maka Ketua PA Sampit Norhadi, S.H.I. menjadi Narasumber Utama dalam diskusi hukum di PTA Kalteng beberapa waktu yang lalu.

Dalam gelaran diskusi hukum tersebut Bapak 4 orang anak itu mengambil judul “Intervensi Dalam Perkara Volunter (Penetapan Waris)”  dengan didampingi oleh Drs. H. Ahmad Akhsin, S.H., M.H. selaku Moderator dan Dr. Ufie Ahdie, S.H., M.H. sebagai Notulis.

Diskusi yang dihadiri oleh KPTA Kalteng bersama para Hakim tinggi serta seluruh ketua-ketua di lingkungan PTA Kalimantan Tengah  cukup menarik perhatian karena materi intervensi dalam perkara volunter ini ternyata cukup menarik perhatian peserta karena pemateri dalam paparannya ternyata membolehkan intervensi dalam perkara penetapan waris.  Sebagai contoh kasus si A dan si B meninggal dunia dan meninggalkan sebidang tanah seluas 1 hektar, kemudian dua orang anak A dan B yaitu C dan D mengajukan penetapan waris ke Pengadilan Agama, namun ditengah proses persidangan ada ahli waris lain yang mengintervensi  bahwa ahli waris A dan B bukan hanya C dan D namun juga ada E ,F, dan G, kemudian ketiganya yaitu E , F dan D melakukan intervensi, dan mekanisme intervensi sudah sesuai aturan dalam Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama halaman 80  yaitu mengajukan surat permohonan kepada Ketua Pengadilan dengan bermaksud untuk ikut dalam proses berperkara, kemudian Ketua mendisposisikan ke Ketua Majelis, kemudian Ketua Majelis memeriksa surat permohonan tersebut apakah para intervensi mempunyai hubungan hukum atau tidak, kalau ada hubungan hukum maka boleh ikut dipersidangan.

Materi diskusi yang dibawakan oleh KPA Sampit ini banyak menyedot perhatian peserta karena tidak sedikit peserta diskusi tidak sependapat dengan paparan KPA Sampit ini namun KPA Sampit tetap bertahan dengan paparannya dengan argumen-argumen hukum yang logis dan sebagai penguat argumennya KPA Sampit memperlihatkan putusan dari MA tentang intervensi ini terutama penetapan waris dengan nomor perkara No 62K/Ag/2012 tanggal 31 Mei 2012. katanya bahwa dengan adanya putusan kasasi MA tersebut sudah menjadi yurisprudensi dilingkungan peradilan agama sehingga tidak menjadi polemik apakah intervensi dalam perkara volenter dalam penetapan waris boleh atau tidak. Karena dalam putusan MA tersebut ternyata intervensi dalam perkara volenter terutama penetapan waris boleh dilakukan selama masih ada hubungan hukum dan tidak melanggar undang-undang dan yang utama adalah asas kemanfaatan, asas keadilan dan asas kepastian hukum yang menjadi cita-cita luhur peradilan terpenuhi. (Nhd)

Sampit | www.pa-sampit.go.id

Pada hari Jum’at tanggal 31 Mei 2019 pukul 15.30 WIB, Ketua PA Sampit Norhadi, S.H.I. menghadiri undangan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur beserta rombongan didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda Kab. Kotim beserta jajarannya telah mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur dan Safari Ramadhan yang diselengarakan di Masjid Jami As Salam Jalan Iskandar Sampit.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa selama dua tahun ini (2017 dan 2018) untuk bidang infrastruktur yang di alokasikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ke Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar Rp. 300 Milyar lebih, dan alokasi untuk pembangunan Masjid dan keagamaan sebesar Rp. 14 Milyar lebih.

Beliau juga mengatakan agar Pesantren, bangunan Masjid, pagar Masjid yang belum selesai agar diajukan proposalnya ke Provinsi Kalimantan Tengah. Juga Imam Masjid dan Marbot Masjid se – Provinsi Kalimantan Tengah dimasukkan BPJS Kesehatan, warga miskin wajib dilayani BPJS Kesehatan. 

Pada kesempatan tersebut telah diserahkan bantuan dari Gubernur Kalimantan Tengah untuk beberapa Masjid yaitu : Masjid Jami As Salam, Masjid Al Ikhlas, Masjid At Taqwa dan Pondok Pesantren Darul Aitam.

Selanjutnya Gubernur Kalimantan Tengah dan beserta rombongan akan melaksanakan Sholat Isya dan Tarawih di Masjid Syuhada Baamang Tengah. (Tim Redaksi PA Sampit)