Palangka Raya - Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi Peradilan Agama Se-Kalimantan Tengah, di Aula Lantai 1 Kantor Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, Rabu 21 Februari 2018.

Kegiatan yang mengusung tema "Mempercepat Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Peradilan Agama Se-Kalimantan Tengah" diikuti oleh Seluruh Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, Sakretaris, Jurusita/Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Se-Kalimantan Tengah. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Palangka Raya.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, Drs. H. Sarif Usman, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 21-23 Februari 2018 dan diikuti oleh 75 orang peserta dari Pengadilan Agama Se-Kalimantan Tengah. Materi yang akan disampaikan dalam kegiatan antara lain Kebijakan Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Tahun 2018, Kebijakan Umum Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah Tahun 2018, Evaluasi Program Kerja Tahun 2017, Sosialisasi SAPM, Kejurusitaaan, Kapita Selekta Permasalahan Pengadilan Agama Se-Kalimantan Tengah dan pada penghujung kegiatan tepatnya tanggal 23 Februari 2018,  pembinaan dari Kepala Badan Pengawasan Mahakamah Agung RI, jelas Sarif Usman.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI, Dr. H. Hasbi Hasan, M.H. Dalam sambutannya beliau mengaprsesasi prestasi dari Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah yang telah meraih sertifikat ISO sejak tahun 2016 dan juga 3 Pengadilan Agama yang mendapat nilai A Excellent dari hasil penilaian implementasi Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu di Peradilan Agama pada tahun 2017 lalu. 

Selain itu beliau menghimbau agar seluruh aparatur Peradilan Agama khususnya di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, integritas dan profesioanalisme sehingga kualitas pelayanan kepada pencari keadilan akan terus meningkat dan jangan sampai menurun, tegasnya.

"Jika kita ingin berhasil kita harus profesional, bersungguh-sungguh dan jangan setengah-setengah", tegas beliau.

Dilain hal Hasbi Hasan meminta kepada seluruh peserta agar meningkatkan kemampuan khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi informasi.

"Saat ini segala sesuatunya serba teknologi, sehingga jika kita tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi maka kita akan tertinggal", tegas beliau.

Terkait hal tersebut Hasbi Hasan menyampaikan ada pada tahun 2018 ini terdapat beberapa program kerja Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI (Badilag) terkait pengembangan teknologi informasi, diantaranya pengembangan aplikasi Pemanggilan Secara Online dan Register Elektronik. Selain itu Badilag juga telah mengumpulkan data aplikasi-aplikasi pendukung Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang dikembangkan oleh beberapa Pengadilan Agama Se-Indonesia yang nantinya akan di pelajari dan diintegrasikan dengan harapan dapat menjadi bahan dalam pemuktahiran fitur-fitur di SIPP.

Lebih lanjut Hasbi Hasan menjelaskan bahwa secara bertahap kita akan meninggalkan era manual dan fokus kepada era digitalisasi. Sebagai contoh ada suatu Pengadilan Agama dengan perkara 10 ribu pertahun, jika masih menggunakan manual dalam proses pengarsipan bisa jadi dokumen arsipnya itu akan sama dengan besar gedungnya dalam jangka waktu 5-10 tahun kedepan. Selain itu jika terjadi bencana alam seperti tsunami di Aceh tentunya arsip akan lebih aman jika telah didigitalisasikan. Oleh sebab itu ditahun 2018 ini, menurut Hasbi Hasan Badilag akan mengadakan pelatihan dan pengembangan terkait teknologi informasi.

Diakhir sambutannya beliau meminta kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan dapat mengimplementasikannya secara baik.

Di akhir acara tersebut Sarif Usman menyerahkan piagam penghargaan kepada beberapa pegawai berprestasi di Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, diantaranya Role Model tahun 2018 diraih oleh Rika Yunita Pratiwi (Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi), Pegawai Teladan  diraih oleh Muhaimin (Bendahara), Satpam Terbaik diraih oleh Wakhidi dan Tenaga Kontrak terbaik diraih oleh Iwan.

Dalam kesempatan yang sama Hasbi hasan menyerahkan piagam penghargaan kepada beberapa Pengadilan Agama terbaik dalam beberapa kategori penilaian pada tahun 2017, diantaranya :

  1. Pengadilan Agama Sampit sebagai
    1. Implementasi Aplikasi Backup SIKEP Terbaik Tahun 2017;
    2. Penyerapan Realisasi Anggaran Terbaik Tahun 2017;
    3. Pengirim Berita Terbanyak Tahun 2017
  2. Pengadilan Agama Buntok sebagai
    1. Pengelola Website Terbaik Tahun 2017;
    2. Implementasi SIPP Terbaik Tahun 2017;
  3. Pengadilan Agama Palangka Raya sebagai Pengirim Laporan Tahunan Tercepat Tahun 2017;
  4. Pengadilan Agama Pangkalan Bun sebagai Pengirim Laporan Bulanan Perkara Tercepat dan Valid Tahun 2017.

(sim).